Sabtu, 30 Januari 2016

DESAIN GRAFIS

Halooo ... Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ..

Kali ini saya akan ngpost tentang Desain Grafis menurut Ilmu yang saya dapat dari sekolah .

Selamat Membaca ...


ARTI KATA DESAIN
Desain berasal dari bahasa Latin, Designare atau dalam bahasa inggris Design yang berarti merancang.

ARTI KATA GRAFIS
Grafis berasal dari bahasa Latin, Graphien dalam bahasa latin yang artinya garis, marka. Graphishe Vakken dalam bahasa Belanda = pekerjaan cetak yang di Indonesia akan menjadi Grafika dapat diartikan sebagai percetakan

DEFINISI DESAIN GRAFIS

  1. Menurut Suyanto, Desain Grafis adalah aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri. Aplikasi-aplikasi inid apat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan dan lingkungan grafis, desain informasi dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.
  2. Menurut Richard Taylor (1970:7) dalam bukunya "Basic Course In Graphic Design" mengatakan bahwa desain grafis merupakan hasil kegiatan pemevahan masalah, tidak peduli apakah itu masalah sosial maupun industrial.
  3. Menurut Milton Glasser (1973:15) seorang desainer terkemuka Amerika mengatakan bahwa dalam desain, urusan yang paling penting adalah menghantarkan pesan, sedangkan dalam seni murni, fungsi utamanya adalah mengubah atau memperkuat perepsi orang tentang kenyataan.
  4. Menurut Danton Sihombing, Desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.
TAHAPAN PROSES DESAIN
  1. Membuat Konsep
          Menentukan bentuk tampilan komunikasi grafis akan dibuat dengan memperhatikan :
  • Tujuan
  • Media
  • Segment/Audience
  • Kelayakan
  • Keterbatasan yang ada (Sarana, bahan, biaya fungsi dan waktu)
     2.  Mencari Ide/Gagasan
          Mencari ide/gagasan yang kreatif agar desain bisa efektif dan diterima audience serta membangkitkan kesan tertentu yang sulit dilupakan (mudah diingat).
     3.  Persiapan Data
          Mempersiapkan data-data dalam bentuk kata-kata, jenis huruf dan gambar yang akan digunakan dalam rancangannya.
     4.  Visualisasi
          Proses penuangan ide/gagasan ke dalam bentuk visual, biasanya dimulai dengan pembuatan sketsa dan dilanjutkan dengan pembuatan sketsa dan dilanjutkab dengan proses selanjutnya yang menyangkut :
  • memilih warna(fungsi warna, kombinasi warna, model warna)
  • menentukan layout (proporsi, keseimbangan, kontras, irama dan kesatuan)
  • menentukan finishing.


Sekian Terimakasih ...
Semoga Bermanfaat
Waalaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh ...

TEKNIK CETAK SARING

Haloo .. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ..
Saya akan ngepost tentang TEKNIK CETAK SARING .

Cetak Saring dikembangkan oleh Yuzenzai Miyasaki pada tahun 1654 - 1736 & Zikukeo Hirose pada tahun 1822 - 1890 berkebangsaan Jepang. Cetak Saring berkembang di Eropa pada tahun 1851 - 1862 dan kemudian tahun 1868 Joseph Swan mendirikan atau menemukan produk autotype. Produk Autotype adalah produk yang menghasilkan citra gambar dengan cahaya.

Tanggal 11 Juli 1907, Samuel Simon berkebangsaan inggris mendapatkan hak patennya untuk teknik cetak saring. Cetak Saring berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1924, pertama kali Cetak Saring dilakukan diatas bahan tekstil dan kemudian pada tahun 1946 MC. Kornick dan Panney menemukan mesin Cetak Saring.

PENGERTIAN CETAK SARING

Cetak Saring adalah proses stensil untuk memindahkan suatu citra ke atas berbagai jenis media atau bahan cetak seperti kayu, kertas, kaca, kain, plastik, kulit, dll. Wujud yang sederhana dari stensil terbuat dari bahan kertas.

Pada Teknik Cetak Saring acuan yang berupa stensil dapat juga melalui tahapan forografi yang pada umumnya dikenal dengan istilah film hand cut. Film photografi dan emulsi stensil direkatkan ke atas alat penyaring yang dibentangkan pada sebuah bingkai yang terbuat dari bahan kayu maupun logam yang berfungsi sebagai pemegang dari suatu desain dan harus mampu menahan bagian yang digunakan selama proses penyamblonan berlangsung.

Adakalanya perancang grafis melakukan tahapan desain secara langsung pada permukaan alat penyaring dengan bahan yang disebut "tusche" dan kemudian menutup keseluruhan sablonan dengan lem.

Tusche selanjutnya dicuci dengan bahan pelarut agar diperoleh bagian yang dapat mengalirkan tinta pada permukaan alat penyaring.

Awal abad ke-20 proses pelaksanaan cetak saring mulai menggunakan kain atau screen yang terbuat dari sutera yang semula dipakai untuk menyaring tepung.

Karena sutera harganya cukup mahal serta memiliki kekuatan yang kurang baik, maka diganti dengan bahan yang terbuat dari Nylon dan Polyester. Sedangkan untuk keperluan cetak menggunakan kain (screen) yang terbuat dari stainless steel. Serat kain dibuat menurut standar produksi dengan berbagai ketebalan serat benang yang menghasilkan tingkat kerapatan anyaman.

Selamat Datang di Latihan Pemrograman Web-1

Hallo.. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di website perdana saya :) Perkenalkan nama saya Dliya Husnafatin...